dalam kita hidup , tiap tiap detik ada perubahan- perubahan pada diri kita baik fisik , linkungan sekitar , cara kita memandang sebuah masalah , cara pandang kita terhadap sesuatu, dan cara kita berperlaku ,
Thursday, October 29, 2009
contoh PROPOSAL
Pengantar
Sebelum memulai penulisan karya ilmiah, hal-hal yang perlu disiapkan adalah
topik tulisan yang sudah jelas, perumusan masalah (research question / thesis
statement) yang pasti, dan sumber-sumber informasi yang menunjang. Dengan
berbekal 3 hal tersebut, proposal disusun untuk memberikan gambaran awal dari
tulisan karya ilmiah atau penelitian yang akan dibuat/disusun.
Format proposal
Proposal merupakan gambaran awal dari penelitian atau tulisan karya ilmiah yang
akan dibuat. Hal-hal yang perlu dituliskan pada proposal adalah :
1. latar belakang : berisi latar belakang menulis atau melakukan penelitian
pada topik yang dipilih, hal-hal yang menarik atau menimbulkan
pertanyaan dari topik ini, pentingnya topik ini untuk diangkat sebagai
tulisan atau untuk diteliti
2. perumusan masalah : berisi thesis statement atau research question
yang ditulis secara singkat dan jelas dalam bentuk pernyataan atau
pertanyaan.
3. batasan masalah: menjelaskan batasan-batasan penelitian atau tulisan,
misalnya hal-hal yang tidak akan dibahas atau diteliti, lingkungan yang
ditentukan sebagai pembatas, batasan data atau jumlah materi yang
melingkupi penelitian atau tulisan.
4. tujuan penelitian: tujuan ditinjau dari aspek keilmuan dan aspek praktis
dari sudut pandang pengguna (berhubungan dengan manfaat
penelitian/penulisan)
5. landasan teori : secara singkat memberikan penjelasan teori-teori
pendukung yang akan digunakan dalam menulis atau melakukan
penelitian.
6. Spesifikasi sistem : menjelaskan secara umum kebutuhan
software/hardware, kemampuan program/sistem
7. rencana tahapan penelitian: gantt chart dari rencana pelaksanaan
penelitian
8. daftar pustaka : bibliography sumber-sumber informasi yang digunakan
dengan mengikuti aturan sebagai berikut :
a. Untuk pustaka dalam bentuk buku yang diterbitkan terdiri
atas :
Karya Ilmiah Umi Proboyekti, S.Kom,MLIS
2
nama pengarang (nama keluarga, nama depan), Judul buku (dicetak
miring), Kota Penerbit : Nama Penerbit, tahun penerbitan. Sebagai
contoh,
Cleveland, Donal D. Introduction to Indexing and Abstracting.
Englewood : Librairies Unlimited, Inc., 2001.
b. Pustaka dalam bentuk Jurnal tercetak : nama pengarang
(nama keluarga, nama depan, “judul artikel”, Nama Jurnal (cetak
Miring) , Nomer, Bulan dan Tahun Terbit, halaman. Contoh:
Dugan, Maire A. “Nested Paradigm”, Annals, IX, March 2001, hlm.
56.
c. Pustaka dalam bentuk Jurnal Online : nama pengarang (nama
keluarga, nama depan, “judul artikel”, nama jurnal (cetak miring),
nomer, bulan dan tahun terbit, halaman, nama database. Database
on-line. Nama vendor database. Tgl akses artikel tersebut
(tgl/bln/tahun). Contoh:
McRae, John R. "Buddhism." Journal of Asian Studies 54, no. 2,
1995, hal 354-371. ABI/Inform. Database on-line. UMI-Proquest;
tgl akses 13 May 1996.
Woodworth, Griffin Mead, “Hackers, Users, and Suits: Napster and
Representations of Identity”,Popular Music & Society., Vol. 27 no 2,
Juni 2004, hal 161-184, Academic Search Premier. Database online.
EBSCO. Tgl akses 21 Sept 2005.
Karya Ilmiah Umi Proboyekti, S.Kom,MLIS
3
Contoh Draft Proposal:
Topik :
Sistem informasi Gereja
Judul
Sistem Informasi Manajemen Jemaat dan Keuangan Gereja Kristen Indonesia
Latar Belakang
Gereja sebagai lembaga non-profit memiliki kegiatan manajemen, baik yang
berkaitan dengan sumber daya manusia, keuangan, dan juga kegiatan.
Jumlah dan perubahan data yang berlangsung secara rutin atau tak tentu
memerlukan pengelolaan.
Kegiatan manajemen di gereja pada umumnya meliputi:
- pendataan jemaat yang merekam informasi tentang anggota keluarga,
atestasi, babtis, pernikahan, kematian, status dalam jemaat, kegiatan dan
peran sertanya dalam pelayanan.
- keuangan yang merekam jumlah dan jenis persembahan rutin, keluar
masuk dana atau donasi untuk berbagai keperluan. Kontrol terhadap
anggaran untuk keperluan kegiatan atau program gereja, kebutuhan rutin.
- Kegiatan jemaat dan kepengurusan yang merekam personil dalam
komisi/kepengurusan/bidang, jadwal kegiatan, transaksi-transaksi yang
berkaitan dengan kegiatan gereja misalnya menerima sumbangan barang
untuk kegiatan tertentu
- Manajemen personalia karyawan kantor gereja, penggajian, karyawan
tidak tetap(part-timer) dan sebagainya
Kegiatan manajemen diatas menghasilkan dan memerlukan dukungan data
dan informasi yang tidak sedikit jumlah dan ragamnya. Untuk itu penggunaan
dan pemanfaatan perangkat lunak komputer diperlukan.
Perumusan Masalah
masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah:
1. bagaimana sistem informasi yang dibangun dapat menjawab kebutuhan
informasi yang berkenaan dengan pendataan jemaat, pengelolaan
keuangan dan kegiatan jemaat?
2. bagaimana sistem informasi jemaat ini menyajikan laporan statistik yang
berkenaan dengan pertumbuhan jemaat, dan keuangan?
Karya Ilmiah Umi Proboyekti, S.Kom,MLIS
4
Batasan Masalah
1. Sistem informasi dibangun berdasarkan pengelolaan jemaat dan
manajemen Gereja Kristen Indonesia
2. Sistem informasi tidak mengelola informasi kepegawaian kantor gereja
Tujuan Penelitian
1. membangun sistem informasi yang dapat diimplementasikan di Gereja
Kristen Indonesia yang memiliki aturan dan manajemen yang serupa
2. membangun sistem informasi yang dapat digunakan oleh Gereja Kristen
Indonesia dengan mempertimbangkan kemampuan lembaga dan sumber
daya manusianya
Landasan Teori
1. Aturan manajemen Gereja Kristen Indonesia
GKI menganut sistem kemajelisan yang menempatkan majelis adalah
pengurus tertinggi dari suatu gereja GKI. Pendeta merupakan salah satu
anggotanya.
Bidang pelayanan dibagi menjadi 4 bidang: Bidang Pengajaran, Bidang
Pembinaan, Bidang Kesejahteraan dan Pelayanan dan Bidang Pengelolaan
gereja.
2. Sistem Informasi Manajemen
Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh
manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah perusahaan yang
sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya,
sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah
perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu
tertentu perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol
sumber daya, sehingga dalam mengambil keputusan-keputusan strategis
sangat terganggu, yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam
bersaing dengan lingkungan pesaingnya. Disamping itu, sistem informasi
yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik.
Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak
informasi yang tidak bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data).
Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam
mendesain effective business system). Menyiapkan langkah atau metode
dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam
mendesain sistem baru.
Sebuah perusahaan mengadakan transaksi-transaksi yang harus diolah
agar bisa menjalankan kegiatannya sehari-hari. Daftar gaji harus
disiapkan, penjualan dan pembayaran atas perkiraan harus dibutuhkan:
semua ini dan hal-hal lainnya adalah kegiatan pengolahan data dan harus
dianggap bersifat pekerjaan juru tulis yang mengikuti suatu prosedur
standar tertentu. Komputer bermanfaat utnuk tugas-tugas pengolahan
data semacam ini, tetapi sebuah sistem informasi
menajemen melkasanakan pula tugas-tugas lain dan lebih dari sekedar
sistem pengolahan data. Adalah sistem pengolahan informasi yang
Karya Ilmiah Umi Proboyekti, S.Kom,MLIS
5
menerapkan kemampuan komputer untuk menyajikan informasi bagi
manajemen dan bagi pengambilan keputusan.
Sistem informasi manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan
piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan
transaksi, penjelasan status, dan sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri
dari sumber-sumber.
informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan
keriga terdiri dair sumber daya sistem informasi untuk membantu
perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian
manajemen. Lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi utnuk
mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat
manajemen.
Definisi sebuah sistem informasi manajemen, istilah yang umum dikenal
orang adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted)
untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen,
dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini
menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak
(software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan
keputusan, dan sebuah “data base”.
Spesifikasi Sistem :
Sistem informasi yang dibangun akan memiliki spesifikasi sebagai berikut :
1. Spesifikasi perangkat lunak
- bahasa pemrograman :
- tools :
- sistem operasi
2. Spesifikasi perangkat keras
- Kapasitas memory (harddisk) 20 gbyte
- RAM 256MB
- Processor Pentium 4
- Monitor 14 inch
- dsb
3. Spesifikasi aplikasi (sistem informasi)
- mampu menyajikan laporan statistik jemaat, statistik keuangan
- menyajikan fasilitas pencarian terhadap informasi jemaat, kegiatan,
anggaran
Karya Ilmiah Umi Proboyekti, S.Kom,MLIS
6
Rencana Tahapan Penelitian:
Gantt Chart
Kegiatan
Koleksi
kebutuhan
Analisis
kebutuhan
Desain program
Testing
Laporan
Implementasi
Minggu ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Daftar Pustaka :
Armstrong, Nancy S, “Congregational software”. Christian Century, 7 Feb
2001, Vol. 118, No 5, Hal 22. Academic Search Premier. Database On-line.
EBSCO.
Armstrong, Nancy S, Spiegel, Aaron R dan Wimmer, John R. “Computer savvy
“. Christian Century, 7 Feb 2001, Vol. 118 No. 5, Hal 20. Academic Search
Premier. Database On-line. EBSCO.
DOS
APPEND : Causes MS-DOS to look in other directories when editing a file or running a command.
ARP : Displays, adds, and removes arp information from network devices
ASSIGN : Assign a drive letter to an alternate letter
ASSOC : View the file associations
AT : Schedule a time to execute commands or programs.
ATMADM : Lists connections and addresses seen by Windows ATM call manager.
ATTRIB : Display and change file attributes.
BATCH : NRecovery console command that executes a series of commands in a file.
BOOTCFG : Recovery console command that allows a user to view, modify, and rebuild the boot.ini
BREAK : Enable / disable CTRL + C feature.
CACLS : View and modify file ACL's.
CALL : Calls a batch file from another batch file.
CD : Changes directories.
CHCP : Supplement the International keyboard and character set information.
CHDIR Changes directories.
CHKDSK : Check the hard disk drive running FAT for errors.
CHKNTFS : Check the hard disk drive running NTFS for errors.
CHOICE : Specify a listing of multiple options within a batch file.
CLS : Clears the screen.
CMD : Opens the command interpreter.
COLOR : Easily change the foreground and background color of the
MS-DOS window.
COMP : Compares files.
COMPACT : Compresses and uncompress files.
CONTROL : Open control panel icons from the MS-DOS prompt.
CONVERT : Convert FAT to NTFS.
COPY : Copy one or more files to an alternate location.
CTTY : Change the computers input/output devices.
DATE : View or change the systems date.
DEBUG : Debug utility to create assembly programs to modify hardware settings.
DEFRAG : Re-arrange the hard disk drive to help with loading programs.
DEL : Deletes one or more files.
DELETE : Recovery console command that deletes a file.
DELTREE : Deletes one or more files and/or directories.
DIR : List the contents of one or more directory.
DISABLE : Recovery console command that disables Windows system services or drivers.
DISKCOMP : Compare a disk with another disk.
DISKCOPY : Copy the contents of one disk
DOSKEY : Command to view and execute commands that have been run in the past.
DOSSHELL : A GUI to help with early MS-DOS users.
DRIVPARM : Enables overwrite of original device drivers.
ECHO : Displays messages and enables and disables echo.
EDIT : View and edit files.
EDLIN : View and edit files.
EMM386 : Load extended Memory Manager.
ENABLE : Recovery console command to enable a disable service or driver.
ENDLOCAL : Stops the localization of the environment changes
enabled by the setlocal command.
ERASE : Erase files
EXPAND : Expand a Microsoft Windows file back to it's original format.
EXIT : Exit from the command interpreter.
EXTRACT : Extract files from the Microsoft Windows cabinets.
FASTHELP : Displays a listing of MS-DOS commands and information about them
FC : Compare files.
FDISK : Create the partitions on the hard disk drive.
FIND : Search for text within a file.
FINDSTR : Searches for a string of text within a file.
FIXBOOT : Writes a new boot sector.
FIXMBR : Writes a new boot record to a disk drive.
FOR : Boolean used in batch files.
FORMAT : Command to erase and prepare a disk drive.
FTP : Command to connect and operate on a FTP server.
FTYPE : Displays or modifies file types used in file extension
asociations.
GOTO : Moves a batch file to a specific label or location.
GRAFTABL : Show extended characters in graphics mode.
HELP : Display a listing of commands and brief explanation.
IF : Allows for batch files to perform conditional processing.
IFSHLP.SYS : 32-bit file manager.
IPCONFIG : Network command to view network adapter settings and assigned values.
KEYB : Change layout of keyboard.
LABEL : Change the label of a disk drive.
LH : Load a device driver in to high memory.
LISTSVC : Recovery console command that displays the services and drivers.
LOADFIX : Load a program above the first 64k.
LOADHIGH : Load a device driver in to high memory.
LOCK : Lock the hard disk drive.
LOGON : Recovery console command to list installations and enable administrator login.
MAP : Displays the device name of a drive.
MD : Command to create a new directory.
MEM : Display memory on system.
MKDIR : Command to create a new directory.
MODE : Modify the port or display settings.
MORE : Display one page at a time.
MOVE : Move one or more files from one directory to another DIRECTORY
MSAV : Early Microsoft Virus scanner.
MSD : Diagnostics utility.
MSCDEX : Utility used to load and provide access to the CD-ROM.
NBTSTAT : Displays protocol statistics and current TCP/IP connections using NBT
NET : Update, fix, or view the network or network settings
NETSH : Configure dynamic and static network information from MS-DOS.
NETSTAT : Display the TCP/IP network protocol statistics and information.
NLSFUNC : Load country specific information.
NSLOOKUP : Look up an IP address of a domain or host on a network.
PATH : View and modify the computers path location
PATHPING : View and locate locations of network latency
PAUSE : command used in batch files to stop the processing of a command.
PING : Test / send information to another network computer or network device .
POPD : Changes to the directory or network path stored by the pushd command.
POWER : Conserve power with computer portables.
PRINT : Prints data to a printer port.
PROMPT : View and change the MS-DOS prompt.
PUSHD : Stores a directory or network path in memory so it can be returned to at any time.
QBASIC : Open the QBasic.
RD : Removes an empty directory.
REN : Renames a file or directory.
RENAME : Renames a file or directory.
RMDIR : Removes an empty directory.
ROUTE : View and configure windows network route tables.
RUNAS : Enables a user to execute a program on another
computer.
SCANDISK : Run the scandisk utility.
SCANREG : Scan registry and recover registry from errors.
SET : Change one variable or string to another.
SETLOCAL : Enables local environments to be changed without affecting anything else.
SHARE : Installs support for file sharing and locking capabilities.
SETVER : Change MS-DOS version to trick older MS-DOS programs.
SHIFT : Changes the position of replaceable parameters in a batch program.
SHUTDOWN : Shutdown the computer from the MS-DOS prompt.
SMARTDRV : Create a disk cache in conventional memory or extended memory.
SORT : Sorts the input and displays the output to the screen.
START : Start a separate window in Windows from the MS-DOS prompt.
SUBST : Substitute a folder on your computer for another drive letter.
SWITCHES : Remove add functions from MS-DOS.
SYS : Transfer system files to disk drive.
TELNET : Telnet to another computer / device from the prompt.
TIME : View or modify the system time.
TITLE : Change the title of their MS-DOS window.
TRACERT : Visually view a network packets route across a network.
TREE : View a visual tree of the hard disk drive.
TYPE : Display the contents of a file.
UNDELETE : Undelete a file that has been deleted.
UNFORMAT : Unformat a hard disk drive.
UNLOCK : Unlock a disk drive.
VER : Display the version information.
VERIFY : Enables or disables the feature to determine if files have been written properly.
VOL : Displays the volume information about the designated drive.
XCOPY : Copy multiple files, directories, and/or drives from one location to another.
TRUENAME : When placed before a file, will display the whole directory in which it exists
TASKKILL : It allows you to kill those unneeded or locked up applications
Posted by Keycell
BIOS
BIOS Sendiri kepanjangannya adalah Basic Input Output System
BIOS itu sendiri berfungsi sebagai inisialisasi terhadap semua perangkat keras yang terpasang, menjalankan sistem operasi (SO), mengatur konfigurasi dasar dalam komputer seperti (tanggal, waktu, media penyimpan data, booting device dan lain-lain) serta membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan dan penyesuaian perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.
Pada artikel ini saya hanya menyajikan beberapa settingan yang terpenting saja, sedangkan yang lainnya anda bisa mencoba sendiri.
Standard CMOS (Complimentary Metal Oxide Semiconductor) Features
Pada bagian ini kita bisa mengubah tanggal dan waktu, media penyimpanan seperti harddisk, floppy disk, CD-ROM serta Video Graphic Adapter. Untuk format tanggal biasanya menggunakan format penulisan yaitu MM/DD/YY (MM=Bulan,DD=Tanggal,YY,Tahun).
Advanced BIOS Features
Pada bagian ini kita bisa mengatur boot device (prioritas boot drive), jika boot menggunakan CD maka pililah CDROM pada First boot device, jika komputer anda akan di boot dari harddisk maka aturlah pilihan Hard Disk pada First boot device, begitu juga dengan boot menggunakan disket (meskipun saat ini hampir tidak ada yang boot menggunakan disket).
Advanced Chpset Features
Pada bagian ini untuk mengatur besarnya ukuran kapasitas sebuah memori video grapic adapter (VGA).
Integrated Peripherals
Bagian ini untuk mengatur Enable atau Disable sebuah device yang terpasang pada mainboard seperti USB, Sound, Modem dan Ethernet.
Power Management Setup
Pada bagian ini sebaiknya tidak usah di utak-atik dan biarkan pada format defaultnya.
PnP/PCI Configurations
Pada bagian ini juga sama seperti pada Power Management Setup tidak usah di ubah settingan defaultnya.
PC Health Status
Pada bagian ini anda bisa mengatur Shutdown Temperaturnya saja. Apablia apabila derajat panasnya prosesor mencapai 70 o C/158 o F maka komputer akan secara otomatis melakukan shutdown.
Frequenscy/Voltage Control
Pada bagian ini untuk mengatur voltage yang dibutuhkan prosesor, pada bagian ini sebaiknya jangan di ataur apabilah belum memahami betul tentang kebutuhan voltage yang dibutuhkan prosesor yang terpasang pada main board.
Load Fail-Safe Defaults dan Load Otpimized Default
Pada bagian ini juga tidak usah diubah apa-apa kecuali anda ingin mengaturnya secara default dan bukan manual.
Set Password
Pada bagian ini untuk membuat sebuah password untuk melindungi settingan BIOS bagi orang lain yang tidak berkepentingan untuk mengubah settingan BIOS. Apabila anda lupa akan password yang sudah dibuat maka jalan terbaik adalah mereset BIOS setting dari mainboard.
Save & Exit Setup
Bagian ini adalah untuk menyimpan semua settingan yang sudah diatur pada BIOS dan keluar dari menu BIOS.
Exit Without Saving
Keluar dari jendela BIOS tanpa melakukan penyimpanan perubahan yang sudah dilakukan.
share file
Share file dan folder dalam jaringan LAN
Artikel ini terinspirasi dari pertanyaan salah seorang pengunjung Belajar Ilmu Komputer yang menanyakan bagaimana cara mengirim data antar laptop yang sudah terkoneksi melalui wireless. Untuk artikel koneksi wireless antar laptop ke laptop (laptop to laptop connection) silahkan baca di sini.
Pertanyaan lengkapnya seperti ini : “kalo sudah terkonek, trus gimana cara untuk kirim-kiriman data atau share...Maklum gaptek and lagi mo belajar... Mmm kalo bisa kirim ke emailku wah*****@gmail.com Makacih banyak..."
Alamat emailnya sengaja disembunyikan demi privasi.
Sebenarnya perihal berkirim informasi atau data antar laptop ke laptop tidak berbeda dengan cara mengirim data antar hard drive ke hard drive, antar pc ke pc, antar folder ke folder yang sudah biasa dilakukan pada computer yang berdiri sendiri (stand alone).
Namun perbedaannya adalah apabila proses pengiriman dan penerimaan informasi dalam jaringan membutuhan ijin untuk berkomunikasi atau saling berbagi sumber data dan informasi. Ijin yang dimaksud adalah ijin penggunaan informasi dalam computer yang kita miliki.
Misalnya saya memiliki informasi data yang saya simpan dalam sebuah folder yang saya beri nama DATA. Folder DATA ini akan saya ijinkan untuk bisa diakses orang lain melalui computer yang berada dalam jaringan. Nah proses pemberian ijin ini dalam jaringan disebut SHARE.
Jadi apabila folder (atau bias saja file) yang hendak diberikan ijin untuk saling bertukar informasi harus dishare terlebih dahulu. Setelah di share barulah dilakukan komunikasi tukar informasi antar computer dalam jaringan melalui folder yang sudah memiliki hak akses (share).
Cara melakukan share pada folder dan file
Untuk melakukan sharing terhadap folder ataupun file caranya adalah sama, ada sharing yang dapat dilakukan dari command prompt dan ada juga yang dapat dilakukan dari windows explorer.
Di sini saya hanya menjelaskan sharing folder dan file melalui windows explorer.
Klik Start-All program-Accessories-Windows Explorer atau bias juga dengan cara yang lebih singkat klik kanan pada Start menu kemudian klik Explorer.
Dari windows explorer tentukan folder mana yang akan di share untuk digunakan bersama dalam jaringan, misalnya folder “data” (tanda petik dua hanya mempertegas kata). (lihat gambar)
Gambar diatas jelas terlihat folder data yang belu di sharing
Contoh yang dapat dilihat pada gambar di atas, kita akan melakukan sharing pada pada folder “data”. Caranya klik satu kali pada folder “data” kemudian klik menu File-Sharing and security sehinga muncul jendela seperti berikut.
Berikan tanda centang/contreng/rumput pada tulisan atau pilihan Share this folder on the network, kemudian share namenya boleh diubah atau bias saja tetap menggunakan nama “data” (nama yang ditulis di sini yang akan terlihat di computer lain dalam jaringan).
Dan akhiri dengan klik Apply kemudian OK atau langsung saja klik OK, sehingga hasil akhirnya folder data akan menjadi seperti gambar berikut.
Sampai di sini masih sebatas memberikan ijin folder atau file sedangkan praktek untuk mengirim ataupun menerima data, atau menggunakan sumber daya bersama silahkan baca terus artikel ini.
Melakukan komunikasi antar folder yang sudah di sharing.
Jalankan windows explorer, caranya sama seperti melakukan file dan folder sharing tadi, kemudian pada address ketik \\namakomputer.
Misalnya kita akan melakukan komunikasi data antar komputer1 dan komputer2 maka ketik pada address bar di windows explorer \\komputer2 (dilakukan di komputer1). maka semua isi folder (file-file) yang ada di komputer2 dalam folder data yang sudah disharing tadi akan terlihat di komputer1. Selanjutnya silahkan mengambil data dari computer 2 degan cara mengcopy dan pastekan di salah sati drive computer local.
Artikel yang mungkin anda butuhkan
Trik Membuat, mengganti dan menghapus password user windows melalui command prompt
Trik Membuat, mengganti dan menghapus password user windows melalui command prompt
Sekarang sudah jarang para pengguna computer mengenal adanya perintah yang diberikan kepada computer berupa perintah teks yang langsung dieksekusi oleh computer itu sendiri yang disebut dengan perintah DOS (DOS Command).
Misalkan saja untuk melihat isi suatu drive harddisk berupa file-file, kita harus mengetikan perintah dir supaya file-file yang ada pada drive bisa ditampilkan. Beda bukan dengan saat ini yang sudah dikenal dengan teknologi system operasi windows yang semuanya dapat dilakukan dengan mudah, yaitu hanya dengan explorer, semua file pada drive yang ditentukan dapat terlihat dengan jelas.
Diantara perintah-perintah DOS tersebut ada sebuah perintah yang juga sangat bermanfaat untuk menampilkan akun para pengguna computer serta mengganti password akun tersebut pada windows, yaitu perintah NET (huruf capital hanya mempertegas bahwa tulisan itu adalah sebuah perintah), dalam penggunaannya boleh dengan huruf besar atau kecil.
Sebagai informasi bahwa praktek mengubah password untuk user windows ini saya menggunakan windows xp service pack 2 (sp2) dan perintah ini hanya dapat dilakukan oleh seorang administrator, dengan begitu maka untuk melakukan perintah ini harus login menggunakan akun administrator sedangkan bila login menggunakan user yang lebih rendah haknya dari administrator maka perintah tersebut akan tidak berfungsi untuk mengubah password namun perintah tersebut hanya bisa digunakan untuk melihat user yang ada
Berikut ini perintah untuk melihat dan mengubah password user yang ada pada windows xp sp2.
Pertama jalankan command prompt dengan cara klik Start-All Programs-Accessories-Command Prompt sehingga muncul jendela berwarna hitam seperti terlihat pada gambar berikut.
Pada command prompt ketikan perintah sebagai berikut : net user ENTER sehingga hasilnya seperti gambar berikut.
Dari user-user yang ada, anda bisa membuat sebuah password untuk user yang ada dan dapat juga menghapus password yang ada atau mengganti password yang ada dari setiap user yang ada.
Membuat password dan Mengubah Password
Untuk membuat password pada masing-masing user dapat dilakukan dengan memberikan perintah berikut ini.
Net user {nama user} {password}
Contoh : net user guest 1234
Penjelasannya : Net user adalah perintah, kemudian guest adalah nama user dan 1234 adalah password, jadi perintah di atas adalah membuat atau mengubah password bagi nama pengguna Guest. Perhatikan gambar berikut.
Setelah menekan ENTER maka muncul pesan “The Command Completed Successfully” yang menyatakan bahwa perintah pembuatan password untuk akun Guest sudah berhasil dengan baik. Untuk membuktikan bahwa akun Guest sudah menggunakan password 1234 coba klik menu Start-Log Off-Switch User dan gunakan akun Guest untuk login, maka windows akan meminta anda memasukan password karena anda sudah membuatnya pada command prompt. Ketik 1234 kemudian tekan ENTER untuk masuk ke akun Guest.
Setelah membuat atau mengubah password, tentu kita juga harus bisa menghapus password tersebut apabilah sudah tidak dibutuhkan lagi. Lalu bagaimana caranya ikuti langkah berikut ini.
Menghapus password
Akun Guest yang sudah dibuatkan passwordnya melalui command prompt, sekarang kita akan menghilangkannya atau menghapusnya, caranya dengan perintah berikut :
Net user guest * ENTER
Setelah menekan enter maka muncul pesan “Type a password for the user :” tekan ENTER saja karena kita tidak ingin membuat password melainkan menghapus password yang ada.
Berikutnya adalah pesan “Retype the password to confirm :” juga tekan ENTER saja karena tidak ada password sehingga muncul pesan yang terakhir “The Command Complited Successfully” yang berarti bahwa perintah menghilangkan password tersebut sudah berhasil dilakukan.
Perintah menghapus password di atas juga dapat digunakan untuk membuat sebuah password baru. Apabila hendak membuat password baru dengan perintah di atas maka pada saat muncul pesan “Type a password for the user :” maka tulis atau ketikan password untuk user tersebut (contoh : 1234) dan tekan ENTER, kemudian muncul pesan kedua “Retype the password to confirm :” maka ketiklan sekali lagi password (contoh : 1234) kemudian tekan ENTER.
Sekian trik kita untuk mengubah password user pada windows xp sp2, semoga trik ini dapat digunakan untuk yang bermanfaat dan bukan untuk sesuatu yang tidak baik.
Artikel yang mungkin anda butuhkan
Biner
Konversi bilangan Decimal ke Biner dan sebaliknya
Dalam bahasa komputer terdapat empat basis bilangan. Keempat basis bilangan itu adalah biner (basis 2), octal (basis8), desimal (basis 10) dan hexadesimal (basis 16).
Keempat bilangan berbasis 2, 8, 10 dan 16 tersebut saling berkaitan satu sama lain. Nah sekarang kita perlu tahu bagaimana caranya supaya kita bisa mengkonversikan dari salah satu bilangan berbasis tadi ke bilangan berbasis lainnya.
Pada artikel ini hanya saya jelaskan mengenai mengkonversi bilangan Desimal (berbasis 10) ke bilangan Biner (berbasis 2) dan sebaliknya dari Biner ke desimal.
Sebelum mengkonversikan bilangan Biner ke Desimal ada baiknya kita mengenal dulu keempat bilangan berbasis tersebut yaitu :
Bilangan Biner : 1 dan 0
Bilangan Octal : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6 dan 7
Bilangan Desimal : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6,7, 8 dan 9
Bilangan Hexadesimal : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6,7, 8, 9, A, B, C, D, E dan F
Konversi dari bilangan desimal ke biner, dengan cara pembagian bilangan desimal tersebut dengan basis dari bilangan biner (2), dan hasil dari pembagian itulah yang menjadi nilai binernya.
Contoh: 10 (10) = ...... (2)
Dari contoh di atas di ketahui nilai desimalnya adalah 10, di tanya berapakah nilai binernya ?
Untuk mendapatkan nilai binernya dilakukan perhitungan dengan pembagian dengan bilangan basis dari biner yaitu 2.
Karena kita mencari bilangan biner (1 dan 0) maka hasil pembagian kita pun harus mencapai angka 1 dan 0.
pembagian pertama : 10 dibagi 2 = 5, sisa = 0.
pembagian kedua : 5 dibagi 2 = 2, sisa = 1.
pembagian ketiga : 2 dibagi 2 = 1, sisa = 0.
Cara membaca dari hasil pembagian di atas menjadi bilangan biner (berbasis 2) adalah sebagai berikut :
Seperti pada kalkulator setiap penulisan angka adalah dimulai dari digit terkecil sampai ke digit terbesar atau dengan kata lain dari digit satuan ke digit puluhan, ratusan dan seterusnya (dari kanan ke kiri)
Begitu juga untuk membaca hasil dari perhitungan pembagian di atas, sisa dari pembagian pertama adalah 0, tuliskan angka 0 ini paling kanan.
Kemudian hasil dari pembagian kedua dan sisanya adalah 1, tulis angka 1 ini di sebelah kiri angka 0 yang pertama kita tuliskan tadi.
Pembagian yang ketiga menghasilkan 1 dan sisa 0, angka sisa harus di tulis terlebih dahlu sebelum hasil dari pembagian tersebut. Jadi tuliskan angka 0 dari sisa pembagian ketiga di sebelah angka1 (sisa pembagian kedua) dan dilanjutkan dengan penulisan yang terakhir angka 1 yang merupakan hasil pembagian ketiga sehingga menjadi 1010.
Jadi hasil akhirnya menjadi 1010 (biner)Kemudian sekarang kita harus mengembalikan bilangan biner 1010 ke bilangan desimal, nah bagaimanakan caranya ?
Untuk mengubah atau mengkonversi bilangan biner ke desimal kita perlu menguraikan bilangan biner tersebut menjadi bilangan berpangkat berbasis 2.
Bilangan biner 1010(2) = ......(10)
diuraikan menjadi:
(1x23) + (0x22) + (1x21) + (0x20) =
8 + 0 + 2 + 0 = 10
jadi untuk bilangan biner 1010 = 10 desimal
Adobe Photoshop Cs
Cara membuat Cover eBook dengan Adobe Photoshop Cs
Taukah anda bahwa gambar eBook disamping sangat mudah dibuat dengan menggunakan adobe photoshop cs?
Sebenarnya tidak sulit untuk membuat eBook seperti yang terlihat disamping, dibutuhkan orang-orang yang memiliki jiwa seni yang tinggi untuk membuat sebuah cover ebook yang lebih bagus dari cover ebook ini.
Berhubung saya tidak terlalu seni dalam merancang cover ebook sehingga hasilnyapun terlihat sederhana namun saya yakin bagi anda yang belum tau sama sekali bagaimana cara membuatnya sebaiknya anda download artikel lengkapnya di sini.
Pada artikel ini saya menjelaskan secara detail bagaimana memulai langkah yang paling awal untuk membuat sebuah cover ebook sampai dengan langkah akhir sehingga menjadikan sebuah cover ebook seperti terlihat pada gambar di sebelah ini.
harapan untuk membuat artikel ini agar para pemula yang sedang belajar adobe photoshop, khususnya adobe photoshop cs bisa memanfaatkannya sebagai bahan pelajaran praktek.
Selain adobe photoshop cs, anda bisa juga menggunakan adobe photoshop versi lainnya karena semua perintah yang ada pada adobe photoshop hampir sama.
Bagi anda yang sudah mahir membuat cover ebook diharapkan anda tidak memmbaca artikel ini, karena artikel ini ditujukan untuk bagi para pemula seperti saya sendiri. Atau boleh juga apabila para senior memberikan tips kepada para pemula agar lebih bagus lagi dalam hal mendesain cover ebook.
Silahkan download artikel cara membuat cover ebook di sini.
Artikel yang mungkin anda butuhkan